Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu / aku pergi dan memanggil taksi. // Ke mana? Ke mana saja, jawabku. // Aku pun lewat di depan rumahmu. / Namun telah lama kau pergi dari rumah itu, / rumah itu, begitu saja, seperti dulu kau lari dari mimpi-mimpiku.

Molto Allegro – Cecep Syamsul Hari

Puisi memang tak jago memasarkan dirinya sendiri, kecuali ketika dipatronkan oleh para pesohor, digubah menjadi musik, diperkaya dengan visual, atau kita membacanya karena anak kita sendiri yang menuliskannya.

Iklan

PUISI menjadi mungkin karena bahasa menyediakan banyak cara untuk mengucapkan satu hal. Tugas penyair adalah menemukan bahkan menciptakan cara itu.

– Lahir Sajak

Editor Lahir Sajak
capung-capung masih kejaran / dari ladang-ladang ke desa ke bukit-bukit ke cakrawala / kelopakmu yang basah merekah-rekah padaku / membungkam / kau bunting lagi tanahku / akukah kaukandung kali ini?
Capung Dami N Toda