Dalam kegelapan yang mutlak, puisi bertahan di situ, dan dia ada di situ untukmu.

- Abbas Kiarostami

Puisi benar-benar semacam mesin untuk menghasilkan kondisi pikiran puitis melalui kata-kata.

- Paul Vallery

Aku pun tahu: sepi kita semula / bersiap kecewa, bersedih tanpa kata-kata / Pohon-pohon pun berbagi dingin di luar jendela / mengekalkan yang esok mungkin tak ada

Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi - Goenawan Mohammad

Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu / aku pergi dan memanggil taksi. // Ke mana? Ke mana saja, jawabku. // Aku pun lewat di depan rumahmu. / Namun telah lama kau pergi dari rumah itu, / rumah itu, begitu saja, seperti dulu kau lari dari mimpi-mimpiku.

Molto Allegro – Cecep Syamsul Hari

capung-capung masih kejaran / dari ladang-ladang ke desa ke bukit-bukit ke cakrawala / kelopakmu yang basah merekah-rekah padaku / membungkam / kau bunting lagi tanahku / akukah kaukandung kali ini?
Capung Dami N Toda
Tapi sesuatu menganga selalu. Melepaskan lalu menagih / Kulihat bilangan almanak terus memperbanyak jari-jari. / Kulit-kulit segar perlahan mengeriput. Kuku memanjang / Minta dipotong setiap Jumat siang.
Waktu MengangaAnil Hukma