PUISI tidak menawarkan jalan keluar dari persoalan hidup manusia, tapi menunjukkan pintu masuk ke ruang-ruang baru yang mungkin di sana manusia bisa menemukan kunci menyelesaikan persoalannya.

-Lahir Sajak

Iklan
Editor Lahir Sajak

Menulis puisi bagi Chairil, dengan kerangka berpikir sebagai seorang vitalis, adalah mengendalikan aliran, deraan, hantaman dari energi, daya, kekuatan, dan nafsu, segala yang irasional itu menjadi keindahan.

– Lahir Sajak

Editor Lahir Sajak

Puisi benar-benar semacam mesin untuk menghasilkan kondisi pikiran puitis melalui kata-kata.

- Paul Vallery

BAHASA-BAHASA yang mati dimulai dengan kematian atau ketiadaan puisi. Benar, puisi tidak sendirian menghidupkan bahasa, tapi kematian bahasa dimulai dengan kematian puisi. Puisi membuka jalan ke masa depan bahasa.

– Lahir Sajak

Editor Lahir Sajak

KARENA puisi menuntut cara ucap yang berbeda dan baru maka puisi terlebih dahulu mampu membuat kita melihat dunia dengan cara baru dan berbeda.

Lahir Sajak

Editor Lahir Sajak

Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu / aku pergi dan memanggil taksi. // Ke mana? Ke mana saja, jawabku. // Aku pun lewat di depan rumahmu. / Namun telah lama kau pergi dari rumah itu, / rumah itu, begitu saja, seperti dulu kau lari dari mimpi-mimpiku.

Molto Allegro – Cecep Syamsul Hari

PUISI menjadi mungkin karena bahasa menyediakan banyak cara untuk mengucapkan satu hal. Tugas penyair adalah menemukan bahkan menciptakan cara itu.

– Lahir Sajak

Editor Lahir Sajak