Pasya Alfalaqi: Energi Pencarian dalam Empat Sajak

Catatan Pengantar: PUISI menjadi ikhtiar pengucapan yang menarik karena bahasa memungkinkan kita untuk mengungkapkan satu hal dengan berbagai kemungkinan. Di situ juga hakikat seni berada. Seni apapun, termasuk puisi. Seniman satu bisa dibedakan dengan seniman lain, penyair satu lebih unggul dengan penyair lain karena caranya mengungkapkan hal-hal yang sama. Tema berulang. Tema abadi. Kebaruan berada pada cara ucap itu. Jebakan klise ada pada cara ucap itu. Pasya Alfalaqi (lahir 14 Oktober 1998 di Pemalang, Jawa Tengah) mencoba berbagai cara ucap di empat sajaknya yang bicara seputar soal cinta, kesepian, perpisahan. Ia mencoba berbagai cara. Ia mencoba menulis dengan bahasa yang prismatis, juga bahasa yang transparan. Ia mencoba memakai bahan ucap baru, lewat peristiwa makan ketoprak misalnya. Atau lewat peristiwa “makan indomi”. Ada masa-masa ketika seorang penyair mencari sebelum menemukan sesuatu. Menemukan cara ucap yang khas dirinya. Pasya, mahasiswa aktif jurusan Sastra Inggris di Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Purwokerto, sedang dalam proses pencarian itu. Dia akan menemukan dirinya. Empat sajaknya menampakkan energi pencarian yang besar. – HA/LS

Di Persimpangan

di persimpangan.
aku mengambil kiri, engkau
menuju kanan.

lampu bergerak hijau.

mata kita menyala merah.

2018

Ini Sajak Pendek Yang Diakhiri Dengan Ajakan Menari

melihat engkau
khusyuk memetik gitar
jiwa bergetar.

bulan di langit
seperti menyanyikan
lagu cahaya.

angin berembus.
daun-daun hatiku
mengangguk pelan.
mari menari!
lepas kehendak cakar
kita bahagia.

2018

Mamam Ketoprak

mamam ketoprak. warung tenda
di bahu jalan. hati yang galau
menjelma tumpukan bihun yang
bening dan mudah putus.
bekas semalam tak lebih berisik
dari kriak-kriuk kerupuk.
percakapan hanya bermodal
sedikit keberanian, sedikit malu,
sedikit sabar, sedikit mikir, bumbu.
lontong dan ketupat
nambah seribu kalau pingin agak banyakan.
karena perut terlalu kosong
dan dompet agak gemukan,
aku pilih opsi dua.
yang harus diingat setelah
mamam ketoprak:
jangan kebanyakan nyengir
karena remukan kacang
banyak nyangkut di gigi depan.

2019

Cinta

ketika di tanggal tua
kau terpaksa menggulung tubuhmu
di hadapan film unduhan
situs web ilegal,
ia datang sebagai malaikat
tak bersayap;
di tangannya
sebuah piring plastik
berisi indomi dobel
dan dua garpu.

2019