Main Catur, Main Puisi bersama Dito Englen

Catatan Pengantar:

BAHAN  sajak Dito Englen (besar di Poso, lahir di Gorontalo, 22 tahun lalu) ini unik: permainan catur. Ia mengolah itu berdasarkan kenangan akan ayahnya yang memang seorang pecatur. Begitulah memang seharusnya penyair bekerja. Masa kanak selalu bisa menjadi bahan persajakan yang kaya. Jarak waktu yang cukup memberi ruang bagi Dito untuk merenungkan hal-ihwal main catur itu dan hasilnya adalah sajak yang menarik dan mudah sekali untuk disukai. Atas kerja kerasnya itu seluruh sajak yang ia kirim kita tampilkan di sini.  Coba resapi makna sajak “Tiga Langkah Mati”.  Saya mengulang-ulang membaca bait terakhir itu: segala jebakan sia-sia / mati adalah strategi belaka. Larik dengan kandungan makna bermutu tinggi, bahkan ketika ia dilepaskan dari tubuh sajak, ia tetap menjadi sebuah kutipan yang cetar membahana. Memang, pada sajaknya lain yang umumnya mengalir lancar,  pada beberapa bagian masih ada hal yang bisa dimaksimalkan. Lanjutkan! (h)

 


PION

dua petak melompat
pada langkah pertama
langkah-langkah berikutnya
diramunya notasi pembuka

papan delapan kali delapan
hitam-putihnya kehidupan
medan laga menjelma
telaga bersimbah darah

ancaman demi ancaman
sebelum raja tumbang
sebelum mahkota dipajang

sebelum usia matang
satu nyawa melayang
pengorbanan dihadiahi kekalahan

Palu, 2019

 


 

GAJAH DAN KUDA MILIK AYAH

Ruy Lopez! bisiknya padaku.
kitabnya kucuri ribuan hari lalu
kubaca dan sembunyikan
rapat-rapat dalam sepetak ingatan
pelita dalam gulitanya kesunyian.

dari ratusan varian tersisa satu pilihan
sebelum gajahnya dipaksa mundur
dan langkah kudanya serupa busur
bidak-bidak gugur seperti jati mendoakan hujan

lalu diolah menjadi papan pertempuran kenangan.
pundakku masih terlalu mini dan mudah didaki
sedang kakinya telah menapaki banyak bahaya
lapak tiga langkah mati hingga turnamen warung kopi.

satu musim yang cerah, sepulang sekolah
dua gajah dan satu kuda bentrok di halaman rumah
rinduku belum sempat juga menyentuh terasnya

Rantau, 2019

 


 

TIGA LANGKAH MATI

langkah pertama,
menghitung celah
menjumlah kalah

langkah kedua,
bidik sang raja
tepat di kepala

langkah ketiga,
segala jebakan sia-sia
mati adalah strategi belaka

Palu, 2019

 


SEKAKMAT!

Gajah dikandang paksa
Kuda patah sudah kakinya
Benteng roboh menduga
Raja bermain-main maklumat
Banting takhta, sekakmat!

Indonesia, 2019

 


 

SUARA SUMBANG SETELAH ROKADE PANJANG

“Aman…”
Ditempa waktu
Kita akan mulai tahu
Bahwa kotak teraman
Hanyalah liang kuburan

Palu, 2019

Iklan