Pelukis Tubuh – Yano Faoji

Catatan Pengantar:
Ide sajak ini menarik, seperti batu yang baik untuk digosok menjadi batu permata. Beberapa sisi sudah menampakkan kecemerlangan itu. Terutama pada empat larik di bait terakhir.  Bagian-bagian lain harus digosok lebih cermat, agar klise – jebakan abadi penulis puisi – bisa dihindari. Penuli ssajak ini, Yanu Faoji, Lahir di Banyumas, Jawa Tengah, 13 Januari 1995, di Desa Samudra, Kecamatan Gumelar. Kini ia menetap di Jakarta. (h)


 

Yano Faoji

Pelukis Tubuh

 

Lelaki itu telah mencoret
Seluruh tubuh utuhnya
Merintih pada penyesalan
Yang telah meranting

Dibentangkannya kening
Pada air yang bening
Dia akan menghabiskan sepertiga malam
Mencumbui gulita yang penuh sakral

Dia bergumam di sela sepinya:
Adakah manusia cemong seperti hamba
Ya tuhan…
Melukis warna-warna pada orok yang suci

Mengurai rinai-rinai di pipi
Berharap tangkai-tangkai tin dapat menjulai
Dan memungut buahnya
Yang jatuh berserakan

Jakarta, Mei 2018


 

Iklan