Pada Sebuah Tanggal – Ujang Saefudin

Catatan:

Kuat di bagian awal, agak klise di bagian akhir. Setelah selesai menulis puisi, penyair harus menjadi editor bagi puisinya. Dia harus menyunting dengan keras. Apabila terasa masih ada bagian dari sajak yang bisa diperbaiki, perbaikilah. Patokannya? Ukuran sajak yang baik. Apa itu? Bangunan keutuhan, jalinan kepelikan, dan intensitas emosi. Larik akhir sajak ini bisa diganti dengan “hari-hari”, misalnya, agar berkait dengan “tanggal” di larik awal. Tak harus begitu, karena tak ada yang harus dalam kerja seni bukan? Ada banyak cara lain. Penyair harus getol mencari dan menemukan cara yang membuat penyunting dalam dirinya merasa tak ada lagi yang perlu disunting.

Ujang Saepudin, Lahir di Cianjur, 5 Juni 1996. Sekarang tinggal di Cipanas, Kp. Rarahan RT. 04/RW 08 Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Suryakancana Cianjur. Beberapa puisi pernah dimuat di harian Pikiran Rakyat, Harian Waktu,  antologi bersama HPI Riau 2018, Kunanti di Kampar Kiri, Antologi Puisi Pestival Seni Multatuli Lebak Banten 2018. Antologi bersama Festival Sastra Internasional Gunung Bintan. Aktif di Ruang Sastra Cianjur (RSC).(h)


Ujang Saepudin

Pada Sebuah Tanggal

Pada sebuah tanggal
Akulah tegal-tegal
Ditanami rindumu, dan sepi
Aku tak pernah suka separah ini

Peluklah aku!
Peluklah aku!
Dengan hati

Maka, kau akan merasakan
Detak-detikku mengalir ke dadamu
2019


Iklan