Cinta Itu Seperti Ini – Asdi Limua

 

Asdi Limua
Cinta Itu Seperti Ini

Cinta itu seperti ini, ia sambil memeragakan.

Cinta itu seperti ini – kala tiba-tiba saja datang – kobaran api; angin menggiring-giring siut lebih kencang; air mengalir deras mengaliri abu—dirinya menuju tanah; tanah yang beku itu entah memberinya salam bagaimana menutupinya dengan berlembar-lembar bunga gugur berguguran satu demi satu tanpa riuh tanpa berkas-berkas ucapan.

[Agustus 2017]

 


Catatan: Cinta itu seperti ini. Seperti apa? Seseorang memeragakan. Seperti apa? Dari sajak Asdi Limua (@_asdi) ini kita tak tahu. Ia  tak memberi tahu, seperti itulah pokoknya. Dan kita membayangkan gerakan seperti apa yang diperagakan itu.  Ini yang disebut sebagai citraan atau imaji kinestetik. Imaji gerak. Apa yang jarang dimainkan oleh penyair kita, ketimbang citraan lain. Di bait berikutnya Asdi – mahasiswa jurusan IESP (ekonomi pembangunan) dan bergiat di taman Lalu-lintas Mamuju mengulanginya lagi. Kita terseret lagi ke dalam citraan gerak itu. Puisi tampaknya tumbuh sehat di Mamuju, Sulawesi Barat itu.

 

 

Iklan